Contoh pembukuan rental mobil dan motor yang mudah diikuti

Uang di rekening bertambah, tetapi saat harus membayar mitra dan servis kendaraan, ternyata sisanya sedikit. Salah satu penyebabnya bisa berupa catatan yang mencampur uang masuk, pendapatan sewa, dan hak milik mitra.

Untuk catatan operasional harian, mulailah dengan memisahkan tiga hal: nilai transaksi, pembayaran yang diterima, dan uang yang keluar. Contoh di bawah memakai angka ilustrasi agar alurnya mudah diikuti.

Satu transaksi bisa dibayar beberapa kali

Misalkan pelanggan menyewa mobil selama dua hari. Total biaya yang disepakati Rp600.000. Ia membayar uang muka Rp200.000 saat booking dan melunasi Rp400.000 ketika mengambil kendaraan.

Nilai sewanya tetap Rp600.000. Dua pembayaran tersebut menutup tagihan yang sama. Jika uang muka dicatat sebagai pendapatan sendiri lalu pelunasan dicatat sebesar total sewa, angka yang terkumpul akan terlalu besar.

Contoh catatan satu transaksi sewa
CatatanJumlahKeterangan
Total sewaRp600.000Nilai transaksi
Uang mukaRp200.000Diterima lewat transfer
PelunasanRp400.000Diterima tunai
Sisa tagihanRp0Sudah lunas

Jika uang muka diterima hari ini untuk sewa minggu depan, uangnya memang sudah masuk. Namun, penerimaan itu belum menunjukkan bahwa penyewaannya sudah selesai.

Catat cara bayarnya, bukan hanya jumlahnya

Pada contoh tadi, uang tunai yang masuk ke laci hanya Rp400.000. Sisanya masuk ke rekening. Kasir yang mencoba mencari Rp600.000 di laci akan mengira ada kekurangan, padahal catatannya yang belum dipisahkan.

Untuk setiap penerimaan, tulis tanggal, nomor transaksi, jumlah, metode pembayaran, dan penerimanya. Simpan bukti pendukung agar pembayaran bisa diperiksa lagi ketika ada pertanyaan.

Kendaraan titipan punya hak mitra yang perlu dipisahkan

Anggap mobil tadi adalah unit titipan dengan bagian mitra 60%, tanpa diskon atau biaya tambahan. Dari sewa Rp600.000, hak mitra Rp360.000 dan bagian rental Rp240.000.

Walaupun seluruh Rp600.000 diterima usaha rental, ada Rp360.000 yang menjadi hak mitra. Saat uang itu dibayarkan, catat sebagai pembayaran hak mitra yang sudah dihitung. Jangan kurangi bagian rental dua kali karena pembayaran dicatat lagi sebagai beban operasional yang sama.

Kalau ada diskon atau denda, periksa dasar pembagiannya melalui panduan bagi hasil kendaraan titipan.

Pengeluaran kecil tetap perlu dicatat

Biaya cuci, parkir, pengantaran, dan pembelian perlengkapan mudah terlupakan. Catat jumlahnya, keperluannya, kendaraan terkait bila ada, sumber uang, dan bukti pengeluaran.

Misalnya biaya cuci Rp30.000 dibayar dari laci kasir. Dengan saldo awal Rp100.000 dan penerimaan tunai Rp400.000 tadi, uang yang diharapkan ada di laci menjadi Rp470.000. Transfer Rp200.000 tetap dicocokkan dengan rekening.

Angka saldo kas tersebut belum bisa disebut laba. Perhitungan laba juga perlu memperhatikan hak mitra dan biaya lain yang menjadi tanggungan usaha.

Kolom sederhana sudah cukup untuk mulai

Jika masih memakai spreadsheet, siapkan catatan transaksi, pembayaran, pengeluaran, dan pembayaran mitra secara terpisah. Hubungkan semuanya dengan nomor transaksi atau identitas unit yang sama. Hindari menulis ulang total sewa setiap kali ada cicilan pembayaran.

Panduan ini membahas catatan operasional harian. Kebutuhan laporan akuntansi resmi dapat berbeda sesuai keadaan usaha. Untuk pemeriksaan uang harian, lanjutkan ke cara mencocokkan kas saat tutup shift.